Kamis, 15 Juni 2023

AYO SEDEKAH DENGAN MEMBELI VOUCHER RENANG



 Buktikan kekuatan melipatgandakan kekayaan dari SEDEKAH

Kami dari komunitas DUTARENANG berbagi sedekah dengan cara seluruh hasil penjualan voucher renang akan disedekahkan khusus untuk komunitas yang bergabung dalam komunitas kami.

Ayo bergabung dan wujudkan masyarakat yang peduli kepada sesama sekaligus masyarakat yang mau sukses, bebas hutang dan kondisi ekonomi yang lemah.


Adapun Amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT yaitu bersedekah

Inilah 4 Waktu Terbaik untuk Bersedekah Anjuran Rasulullah


Sedekah merupakan salah satu amalan bernilai pahala yang besar dan berlipat ganda di sisi Allah SWT. Karena hal itu pula, sampai-sampai jika jenazah diberi kesempatan untuk hidup kembali, maka amalan yang paling ingin dilakukannya adalah bersedekah. Seridaknya ada 4 waktu terbaik untuk bersedekah, yaitu dalam kondisi sehat, kondisi ingin kaya raya, kondisi khawatir ekonomi terpuruk, dan sebelum ajal menjemput.


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,


وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ


“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)


Maka dari itu, surah tersebut menjadi peringatan bagi kita, bahwa jangan sampai nanti kita menyesal saat nafas sudah terenggut dan tak ada lagi kesempatan untuk meraih pahala yang bernilai dari sedekah.


Adapun, bersedekah juga memiliki keutamaan dari sisi pemilihan waktunya. Jika seorang muslim menyengaja bersedekah di waktu-waktu tersebut, maka amalan sedekahnya menjadi lebih berat dan bernilai.


Seorang pria mendatangi Rasulullah dan bertanya: “Wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling afdhol?”


Maka beliau menjawab: “Kamu bersedekah saat sehat, kikir, takut miskin dan kamu berangan-angan untuk menjadi hartawan yang kaya raya. Dan janganlah kamu lalai hingga nyawamu sampai di tenggorokan dan barulah kamu bagi-bagikan sedekahmu, ini untuk si Fulan dan ini untuk Fulan. Dan ingatlah (pada saat di ujung nyawa seperti itu), harta memang untuk si Fulan (yakni akan diwarisinya). “ (Shahih Muslim, no: 1713)


Pada hadis tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa terdapat empat waktu terbaik untuk bersedekah bagi umat Islam:


👉 1. Bersedekah dalam kondisi raga yang sehat

Seseorang yang dalam kondisi sehat, memiliki keluangan untuk melakukan banyak hal dan sedang sangat berambisi mengejar keuntungan duniawi, sangat dianjurkan untuk bersedekah. Biasanya, mereka adalah dari golongan anak muda dan masih berambisi untuk meraih cita-cita masa depan yang gemilang. Rasulullah SAW bersabda:


“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR Bukhari).

Dalam keadaan seperti ini, biasanya seseorang akan merasa sangat sulit dan malas mengeluarkan hartanya untuk bersedekah. Karena pada masa tersebut, harta dan tenaganya akan ia curahkan untuk mengejar kesuksesan duniawi.

Oleh karena itu, bersedekah dalam kondisi tersebut membutuhkan keikhlasan dalam beramal, yang hanya mengharap ridho Allah SWT, bukan untuk mendapat imbalan dari apa yang disedekahkan. Sedekah dari kita yang sehat bisa juga disalurkan untuk mereka yang sakit dan sangat memerlukan tambahan biaya.


👉 2. Bersedekah dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya


Waktu terbaik bersedekah yang kedua adalah ketika dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya. Kondisi ini bisa membuat seorang muslim menjadi pelit atau kikir dalam membelanjakan hartanya. Ia sedang mengejar kekayaan dan membutuhkan sejumlah harta untuk mencapai targetnya.

Melalui anjuran ini, Rasulullah SAW juga ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti sedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi kaya.

Orang yang ingin menjadi kaya lalu ia bersedekah maka ia merupakan bagian dari orang yang tidak ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri, namun juga berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Ia juga akan terhindar dari sifat tamak seperti halnya Qarun dan juga kisah raja-raja tamak lainnya yang Allah hinakan akhir hidupnya.


👉 3. Bersedekah dalam keadaan sangat khawatir miskin


Waktu yang ketiga yaitu saat si pemberi sedekah berada dalam kondisi sangat khawatir menjadi miskin. Kondisi ini bisa terjadi karena orang tersebut mungkin sedang dihadapkan pada hutang, mengalami PHK atau kerugian dalam bisnisnya.

Namun, bagi kaum beriman walaupun perasaan yang demikian menghinggapinya ia tidak pernah ragu untuk bersedekah. Hal ini menjadi wujud bahwa orang tersebut senantiasa bertawakal kepada Allah dalam keadaan apapun.

Ia menyadari bahwa jika Allah menghendaki maka ia bisa saja jadi miskin atau kaya dalam sekejap. Orang yang seperti ini sudah menjadikan sedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an:

”… yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134).


👉 4. Bersedekah dalam kondisi tidak menjelang kematian


Waktu terbaik untuk sedekah yang terakhir adalah tidak dalam keadaan menjelang kematian. Dalam kondisi terdesak seperti menjelang ajal, bisa jadi seseorang baru merasa terdorong untuk sedekah karenWa mengharapkan keselamatan di alam barzah.

Rasulullah SAW sangat mewanti-wanti umatnya jangan sampai baru ingin bersedekah ketika ajal sudah dekat. Karena hal yang demikian ini bukan lagi dikatakan sedekah melainkan harta waris.


وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ


“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian.” (QS. Al Munafiqun: 10).

Jangan tunggu sakit-sakitan dan sekarat baru sadar bersedekah. Bahkan, belum tentu kita masih ingat sedekah dalam kondisi tersebut. Itulah sebabnya Rasulullah lebih menghargai orang yang masih muda dan sehat untuk bersedekah dari pada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berpikir untuk bersedekah.


Inilah empat waktu terbaik untuk bersedekah. Semoga dengan membaca ini, kita lebih sadar untuk memilih waktu terbaik untuk sedekah, agar kita meraih berkah yang berlimpah dari sedekah kita dan meraih keridhoan Allah SWT, karena telah mengikuti teladan Rasulullah SAW.


Yuk, bikin sedekahmu berdampak untuk para penerima manfaat. Sedekah di Duta renang mudah dan amanah.


Sebab seluruh hasil penjualan voucher renang akan kami sedekahkan untuk komunitas kita bersama.

Jumat, 05 Mei 2023

Hati-Hati! Ini Efek Berbahaya Ban Mobil Kamu Kurang Angin

 


Komponen ban pada suatu kendaraan sangat vital. Semua bertumpu pada ban untuk bergerak, sehingga perjalananmu semakin aman dan nyaman. Untuk itu, wajib hukumnya bagi pengendara untuk selalu mengecek kondisi ban, jangan sampai tekanan angin pada ban mobil berkurang

 

Tak sedikit pengemudi yang menganggap kurangnya tekanan angin pada ban sebagai persoalan kecil dan terus melaju. Padahal, kurangnya tekanan angin pada ban bisa berbahaya untuk Kamu ya, Sahabat Garasi. Mulai dari kerusakan komponen, misalnya pelek, hingga kecelakaan yang bisa berbahaya.

Untuk itu, pemilik kendaraan dihimbau agar tidak mengabaikan potensi akibat ban kurang angin tersebut. Hal yang paling mudah dirasakan akibat ban kurang angin di antaranya adalah pengendalian yang lebih berat dari biasanya. Mesin juga akan dipaksa bekerja lebih keras.

Berikut ini adalah efek yang bisa saja terjadi jika ban mobil Kamu kurang tekanan angin:

1.    Ban Cepat Aus

Kondisi ban yang kekurangan angin akan membuat ban menjadi cepat aus. Hal ini disebabkan karena pengikisan yang tidak seimbang karena ban kekurangan angin. Ketika ban dalam kondisi kempis, bagian yang menapak aspal hanya bagian pinggir ban. Bagian tengah ban tertekuk ke atas, dengan demikian ban akan lebih cepat aus.

2.    Mudah Pecah

Ban yang kurang angin berpotensi munculnya benjolan pada dinding samping ban. Benjolan ini membuat ban menjadi kurang kuat dalam menahan benturan yang keras sehingga konstruksinya rusak. Hal ini dapat berpotensi ban meledak atau pecah.


3. Boros Bahan Bakar

Ketika ban kurang angin, maka telapak ban akan lebih menempel pada aspal. Tentunya hal ini membuat gesekan antara permukaan ban dan aspal semakin besar. Mobil membutuhkan tenaga lebih untuk berjalan, sehingga bahan bakar yang digunakan lebih besar.

4.    Performa Rem Berkurang

Ketika ban kekurangan angin, maka membuat peforma pengereman menjadi berkurang. Waktu rem untuk berhenti menjadi lama. Pada kondisi basah, licin, atau melewati salju, mobil akan mudah tergelincir. Dalam kondisi kering, ban akan lebih mudah untuk selip.

5.    Tarikan Mobil Lebih Berat

Ketika ban kekurangan angin, ban akan berputar tidak sempurna. Tentunya ini berpengaruh kepada tarikan mobil. Beban yang berat membuat tarikan mobil semakin berat. Hal ini akan mengurangi rasa nyaman berkendara

6.    Usia Ban Mobil Lebih Pendek

Ban memiliki waktu ketahanan tertentu. Pemilik mobil harus mengganti ban ketika usianya sudah cukup lama. Ketika ban tekanan ban angin sering bertekanan rendah, maka usia tapak ban menjadi berkurang 25 persen. Untuk itu, usahakan tekanan angin pada ban tidak kurang dan tidak lebih. Pengemudi juga disarankan untuk melakukan pengecekan ban secara rutin.


Perawatan Sederhana Ban Mobil

Buat pemiliki kendaraan, perawatan ban mobil sering diabaikan. Padahal, ban termasuk bagian yang juga vital di kendaraan, roda empat maupun roda dua. Ban mobil juga ikut memastikan kondisi berkendara yang aman dan juga nyaman. Sehingga pengecekan dan perawatannya harus selalu diperhatikan dan dilakukan secara berkala. 


Ini tips sederhana merawat ban mobil Kamu agar nyaman dan aman saat digunakan:

  • Cek Tekanan Udara

Dimulai dengan cara paling sederhana adalah memeriksa tekanan udara pada masing-masing ban. Kamu bisa mengelilingi mobil dan mengecek ada ban yang kempes atau tekanan udaranya berkurang. Rajin menjaga tekanan udara pada ban sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan mobil membuat usia ban lebih panjang dan juga hemat bahan bakar. 

Kalau dibiarkan, risiko paling besar adalah pecah ban akibat dinding samping ban dipaksa selalu bersentuhan dengan jalan dan akhirnya menjadi tipis sehingga tidak kuat menahan bobot mobil.


  • Ukuran Standar Tekanan Udara

Untuk memastikan ukuran tekanan udara ban sesuai dengan arahan dari pabrikan, bisa dilihat pada stiker yang biasanya terdapat pada sisi bawah pilar B bagian kanan pintu depan mobil (pintu pengemudi). Kalau susah menemukannya, bisa dilihat di buku manual kendaraan. 

Ukuran Tekanan udara maksimum pada ban biasanya juga tercetak di dinding ban, dan upayakan agar tidak melebihi batas ukuran yang sudah tertera.


Solusi yang lebih sederhana dengan menggunakan tutup pintul yang memiliki indikator sehingga lebih mudah memantau tekanan ban kendaraan anda, 




Utk info dan harga hubungi kami di 0819 1604 5091