Rabu, 29 Januari 2020

Hal yang harus dilakukan sebelum dan sesudah berenang



Untuk anda yang ingin mulai belajar berenang hendaknya memperhatikan beberapa hal yang perlu dilakukan saat akan berenang dan sesudah berenang. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari resiko terjadinya cidera. Kita sering mendengar kasus terjadinya keram otot saat di dalam air, hal itu disebabkan karena tidak melakukan pemanasan sebelum berenang. Keram otot sangat membahayakan bagi perenang, jika terjadi keram otot di kolam dangkal masih bisa diantisipasi. Namun, jika terjadi keram otot di kolam dangkal ini bisa membahayakan si perenang, bahkan bisa mengakibatkan tenggelam dan berakibat kematian. Untuk itu perlu perhatian dari rekan-rekan semua bahwa pemanasan sebelum mulai berenang.


Pemanasan bertujuan untuk meregangkan otot sehingga otot siap untuk menerima beban latihan yang akan dilakukan. Pemanasan hendaknya dilakukan secara perlahan-lahan, hal itu untuk menghindari cidera. Lakukan pemanasan secara berurutan, mulai dari mereganggkan otot leher, otot bahu dan lengan, otot punggung kemudaian otot kaki. Ingat, lakukan dengan perlahan jangan terburu buru. Rasakan setiap bagian otot yang diregangkan seperti tertarik. Namun, jangan sampai terasa sakit. lakukan pemanasan statis(diam) dan dinamis (bergerak/senam).


Setelah anda siap jangan langsung masuk ke dalam kolam renang. Hendaknya basahi dulu tubuh anda. Siram menggunakan air di kamar mandi. Ini bertujuaan untuk menyesuaikan suhu tubuh anda sesuai dengan suhu air di kolam. Jika sudah masukkal ke kolam renang. Jangan langsung berenang, bergerak-geraklah dulu agar tubuh beradaptasi. Jika sudah barulah anda siap untuk mulai berenang.

Saat berenang lakukan bertahap. Mulai dari kecepatan perlahan hingga semakin lama semakin cepat. Peningkatan beban latihan dilakukan bertahap. Dari latihan ringan hingga latihan berat.

Jika anda sudah selesai berenang hendaknya lakukan hal hal berikut ini. keluarlah dari kolam renang menggunakan tangga yang ada di sisi kolam. Sering kita jumpai orang langsung naik. Jika anda terpeleset bisa terbentur dan mengakibatkan cidera. Jika sudah naik jalanlah menuju tempat anda dan ke kamar mandi untuk membilas tubuh anda, jangan berlari karena bisa terpeleset. Bersihkan tubuh anda dan keringkan pakaian renang anda. Istirahatlah di tempat yang teduh. Makan dan minumlah yang cukup jangan berlebihan. Akan lebih baik jika mengandung serat seperti buah-buahan.

Ada hal-hal lain yang juga perlu anda ketahui saat berada di kolam renang untuk menghindari terjadinya kecelakaan atau hal hal yang tidak diiinginkan yaitu:

Saat masuk di kolam renang perhatikan semua tanda-tanda dan petunjuk yang disediakan oleh pengelola. Tanda seperti kedalaman kolam, peraturan, dan tanda peringatan

Saat di kolam renang janganlah berlari karena kondisi lantai di kolam renang yang licin bisa membuat anda terpeleset, jatuh dan terbentur. Jalan perlahan saja.

Jangan bermain dorong-dorongan atau mendorong teman yang berdiri di sisi kolam, terutama dai kolam dalam. Karena bisa berakibat fatal.

Jika anda belum mahir berenang, berenanglah di koam dangkal. perhatikan papan petunjuk dimana batas antara kolam dalam dan kolam dangkal.

Jangan meloncat dari sisi kolam ke dalam kolam yang banyak orang berkumpul dan lompat menukik di kolam dangkal. Karena anda dapat menimpa orang lain atau anda dapat terbentur ke dasar kolam. Jika ingin melompat lakukan dengan benar di kolam yang tidak terlalu dangkal dan tidak ramai orang berkumpul.

Taruh pakaian dan tas anda di lokasi yang mudah anda awasi. Perhatikan sesekali barang barang anda jangan terlalu asik dan terlena karena asik berenang. Jika ada tempat penitipan bisa dititipkan.


Sekian sedikit tips dari saya. Keep Happy and Safe Swimming....

FALIH FROM SELONG





MADA FROM SELONG





MISS FROM SURALAGA




NAZWA FROM MASBAGIK




CHILA FROM PANCOR




DADANG FROM SELONG





Selasa, 21 Januari 2020

7 Alat Renang Ini Bisa Bantu Kamu Menguasai Teknik Dasar Renang dengan Cepat!



Berenang telah menjadi salah satu jenis olahraga favorit di banyak kalangan. Tidak berkeringat, tidak terasa begitu letih, membakar banyak kalori, dan tentu bisa sekaligus menjadi sebuah rekreasi.



Tetapi, kamu tidak akan bisa membakar kalori jika di dalam sebuah kolam renang hanya diam saja celingak-celinguk. Jika kamu sedang mempelajarinya dan ingin cepat bisa bak atlet renang profesional, kamu bisa lengkapi 7 peralatan ini untuk menguasai teknik dasar renang dengan cepat.
Alat untuk menguasai teknik dasar renang dengan cepat
1. Kacamata renang
Selain baju renang, alat satu ini sudah jelas wajib untuk dimiliki. Tanpa kacamata renang, kamu tidak akan bebas mempelajari berbagai teknik dasar renang.  Swimming googles berfungsi sebagai pelindung mata saat berenang dan kamu akan lebih nyaman melihat ke segala arah saat berada di dalam air.
Kandungan kaporit yang ada di dalam air kolam renang dapat menyebabkan iritasi. Dengan kacamata renang, mata kamu akan terlindung dari kontak secara langsung dengan air.
2. Pull buoy
Pull buoy adalah peralatan dasar berenang yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan tangan perenang. Pelampung apit ini diletakan di antara paha untuk membuat pinggul dan kaki mengapung di permukaan air. Dinamakan "pelampung penarik" karena saat berenang dengan pelampung ini, hanya lengan yang bergerak maju.
Kamu akan mendapatkan manfaat ekstra ketika memakai pelampung apit selama latihan. Pull buoydapat meningkatkan kekuatan otot lengan dan kekuatan tubuh bagian atas. Ketika kamu sudah menguasai sedikit gaya bebas dan ingin menyempurnakan gerakan tangan saja, pull buoyjuga bisa membantu tangan kamu lebih mahir menguasai gaya bebas. Alat ini juga dapat membantu kamu melatih teknik gaya kupu-kupu atau dolphin.  
3. Kickboard
Kickboard adalah investasi paling murah yang dapat meningkatkan rutinitas renang kamu dan bisa membuat kaki lebih proporsional. Terbuat dari busa, papan pelampung ini tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Sudah banyak kickboard khusus untuk orang dewasa yang juga bisa berfungsi menjadi pull buoy sekaligus, lho. Peralatan renang itu disebut dengan pullkick (pull buoy dan kickboard)

Perenang dengan segala kemampuan dapat menggunakannya, kok.  Jangan malu ketika memakai alat ini, karena sampai sekarang banyak atlet renang yang masih menggunakan alat ini untuk menyempurnakan gerakan kaki gaya bebas, kupu-kupu, dan gaya dada.
Perenang pemula dapat mengembangkan gerakan menendang, sementara perenang elit dapat memperbaiki tendangan kaki. Kickboard juga digunakan untuk memperkuat otot kaki perenang. Belajar berenang akan lebih efektif dengan menggunakan papan pelampung ini.

4. Swimming fins
Swimming fins atau terkenal dengan sebutan kaki katak dirancang untuk membantu perenang mengembangkan tendangan yang lebih kuat, meningkatkan tempo tendangan, dan meningkatkan fleksibilitas pergelangan kaki. Kaki katak juga membantu perenang bergerak lebih cepat dan membuat alat ini menjadi peralatan berenang yang paling menyenangkan.

Kamu akan menjadi perenang yang lebih baik dengan kaki katak. Yang penting, pilih jenis kaki katak khusus untuk berenang ya. Jika kamu salah memilih, kaki katak snorkeling atau diving akan terlalu heboh dipakai di kolam renang. Swimming fins dapat membantu kamu melancarkan gaya bebas dan membuat badan jadi lebih ringan di dalam air.
5. Swimming hand paddles
Sama seperti kaki katak, hanya saja hand paddlesdipakai di telapak tangan. Alat ini dipakai untuk melatih otot tangan, lengan, dan pundak ketika perenang melakukan gaya bebas. Hand paddlesbiasa digunakan para perenang menengah yang sudah menguasai gaya bebas dengan sempurna.
Perenang pemula bisa mencobanya dengan bantuan swimming fins agar gerakan kamu lebih ringan. Karena membentuk otot tangan, gerakan kamu akan jauh lebih berat ketika menggunakan hand paddles di dalam air. Rasanya sama seperti menggunakan barbel di tempat gym!
6. Earplug
Earplug atau penyumbat telinga renang dapat mencegah masuknya air ke dalam lubang telinga. Terutama saat kamu baru belajar gerakan gaya bebas, punggung, atau gaya dada.
7. Nose clip
Nose clip memiliki fungsi yang sama dengan earplug, namun alat ini dirancang untuk menjaga hidung agar air tidak masuk ke dalamnya. Perangkat kecil ini terbuat dari kawat bengkok yang dilapisi karet.
Meski mini, klip hidung ini berguna untuk perenang pemula. Teknik bernafas adalah salah satu yang harus kamu kuasai untuk beragam jenis gaya renang.


5 Penyebab yang Sering Membuat Anak Tenggelam di Kolam Renang



Secara alami anak-anak sangat menyukai kegiatan bermain air. Ya, salah satunya berenang.
Di mana olahraga satu ini punya banyak manfaat untuk tumbuh kembang si Kecil.
Tapi sayangnya, jika tidak berhati-hati berenang di kolam renang bisa memicu kecelakaan seperti tenggelam.
Saat tenggelam ada berbagai bahaya minum air kolam renang bagi kesehatan. Bakteri, virus, dan zat kimia yang berbaur di air kolam renang bisa menyebabkan gangguan kesehatan anak seperti iritasi mata, diare, asma hingga merusak sistem pernapasan.
Di balik itu, tentunya kasus anak tenggelam bisa disebabkan oleh beberapa alasan. Nah, dalam kesempatan kali ini Popmama.com akan membahas mengenai 5 penyebab anak tenggelam saat di kolam renang. Berikut rangkumannya:
1. Mainan anak terjatuh di kolam renang
Orangtua harus meningkatkan kewaspadaannya saat mengajak anak berenang ke kolam renang.
Pasalnya, terkadang saat berenang anak suka membawa bola atau mainan lain yang bisa mengapung di atas air.
Namun salah satu risiko yang bisa membuat anak balita tenggelam ialah ketika ia melihat mainannya mengapung jauh di kolam renang dan reflek mengambil mainannya sendiri.
Hal itulah yang berpotensi anak menjadi tenggelam di dalam air.
2. Orangtua lengah dalam mengawasi anak di kolam renang
Tenggelam adalah suatu kondisi yang mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan, akibat masuknya cairan ke dalam saluran pernapasan. Kondisi ini sangat fatal, karena dapat mengakibatkan kematian.
Nah, kebanyakan kasus dari kematian anak di kolam renang adalah disebabkan kelalaian pengawasan orangtua.
Di mana anak dibiarkan berenang tanpa dijaga langsung oleh orang dewasa.
Padahal, mengawasi anak yang sedang berenang dan bermain di kolam renang atau di pantai merupakan hal yang harus dilakukan oleh orangtua.
3. Anak tidak menggunakan pelampung
Mengingat si Kecil belum sepenuhnya dapat berenang sendiri, pastinya dia membutuhkan pengaman untuk keselamatannya.
Pengaman di sini adalah pelampung yang benar-benar menempel di tubuhnya.
Pasalnya, sebagian orangtua sering kali lupa memasangkan pelampung sebelum anak berenang. Hal itulah yang membuat anak tenggelam di kolam renang karena tidak bisa menjaga keseimbangan tubuh dan mengatur napasnya ketika di dalam air.
Dengan memakaikan anak pelampung, maka si Kecil bisa bergerak aktif dan akan tetap mengambang di dasar air.
4. Berenang di kolam dewasa tanpa ada pengawasan
Berenang akan membentuk tubuh si Kecil lebih baik dan badan jadi sehat bugar.
Tapi sayangnya anak balita memiliki risiko yang lebih besar untuk tenggelam, dikarenakan ia belum mahir berenang. Maka tak salah bila tenggelam merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak.
Bagi anak yang belum fasih berenang, sebaiknya tetap berada di kolam anak-anak dan tidak membiarkan mereka berada di kolam orang dewasa. Apalagi kolam yang tidak ada batasan mana yang dangkal dan dalam.
Jika anak dibiarkan berenang di kolam besar meski sudah memakai pengaman, kemungkinan besar bisa saja pelampung bocor dan orangtua tidak menyadarinya yang membuat sang anak tenggelam.
5. Terpeleset karena berlarian di sekitar kolam
Namanya juga anak-anak, sebagian dari mereka suka berlari-lari meski berada di area kolam renang.
Oleh karenanya, Mama perlu tahu bahaya apa saja yang mengintai mereka selama di kolam renang.
Sebab beberapa kolam renang umum masih menggunakan lantai yang halus, sehingga jika kena air menjadi licin. Apalagi jika tumbuh lumut di pinggiran kolamnya.
Biasanya ada dua bahaya yang menghantui anak ketika berada di area kolam, yakni terjatuh atau tenggelam.
Itulah 5 faktor yang menyebabkan anak balita sering tenggelam di kolam renang. Intinya adalah orangtua harus tetap waspada agar anak tetap aman saat berenang.

WHO: Satu Orang Tewas Tiap 90 Detik karena Tenggelam



Penasehat WHO David Meddings menyoroti pentingnya membuat kebijakan serius untuk mengatasi problem kematian akibat kejadian tenggelam (drowning). (CNN Indonesia/Dewi Safitri)
Durban, CNN Indonesia -- Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penting untuk membuat kebijakan serius mengatasi kematian akibat kejadian tenggelam (drowning). Dalam laporan terbaru dari studi tahun 2016, menurut WHO setiap tahunnya ada 322 ribu orang tewas di seluruh dunia akibat tenggelam. 
Penasehat WHO David Meddings mengatakan dengan jumlah sebanyak itu, kematian akibat tenggelam lebih besar dari angka kematian akibat ibu melahirkan, akibat HIV/AIDS dan hampir menyamai angka kematian akibat gizi buruk. 
"Kasus tenggelam adalah ancaman besar terhadap kehidupan manusia, tetapi sampai saat ini banyak negara belum menyadari bahayanya. Hampir seperti terabaikan. Padahal kalau melihat jumlah korbannya, ini sangat serius," kata Meddings dari arena Konferensi Dunia untuk Pencegahan Tenggelam di Durban, Afrika Selatan.

Wartawan sains CNN Indonesia Dewi Safitri yang diundang hadir dalam konferensi ini melaporkan berbagai temuan WHO yang mencengangkan terkait kejadian tenggelam. 
Menurut studi tentang kasus tenggelam yang pertama kali dirilis oleh WHO tahun 2014, 90% korban tewas dalam kasus tenggelam berasal dari kelompok negara miskin atau belum berkembang.
Negara di kawasan Afrika paling rentan terhadap kasus orang tenggelam terutama karena banyak warga di kawasan ini berprofesi sebagai pekerja di perairan. Sementara di Asia Tenggara, angka kematian akibat kasus tenggelam terutama disebabkan oleh anak di bawah usia 10 tahun yang tercebur dalam air di sekitar tempat tinggal atau karena banjir. 
Di Kamboja, penelitian WHO menunjukkan dalam setiap 100 ribu jiwa, lebih dari 11 orang meninggal dunia karena tenggelam pada 2016. Sementara di Bangladesh, dari populasi yang sama, hampir delapan orang meninggal. Ini jauh dibandingkan negara maju seperti Singapura (0,2) atau Australia (0.7). 
"Penyebab kejadian tenggelam sangat berbeda antara satu negara dan negara lain. Di negara maju biasanya kecelakaan di kolam renang, karena minum alkohol, atau karena kecelakaan saat rekreasi di laut. Sementara di negara berkembang, bisa jadi karena anak-anak lepas dari pengawasan orang tua, bencana banjir atau kecelakaan saat naik transportasi air," kata Caroline Lukaszyk, Koordinator isu tenggelam WHO untuk wilayah Asia Pasifik dan Asia Tenggara. 
Aminur Rahman adalah seorang pegiat Bangladesh yang sejak 2002 menekuni upaya menurunkan jumlah korban akibat tenggelam di negaranya. Sesuai dengan hasil studinya, jumlah korban yang tinggi terjadi karena di Bangladesh warga pedesaan umumnya hidup hanya berjarak 20 meter dari sumber air termasuk kolam. 
"Banyak kasus anak lepas dari pengawasan orang tua hanya sesaat, tapi tahu-tahu ditemukan sudah mengambang di kolam. Karena itu dalam kasus di Bangladesh salah satu solusi terpenting adalah mengembangkan rumah-rumah pengasuhan untuk anak minimal selama beberapa jam supaya mereka tidak keluar rumah tanpa pengetahuan orang dewasa." 
Sejak kampanye oleh lembaga non-pemerintah dengan bantuan donor asing tahun 2003, kini pemerintah Bangladesh mulai memasukkan insiden tenggelam dalam kebijakan kementerian kesehatan dan kementerian perempuan dan anak.
Bangladesh adalah salah satu negara pertama di Asia yang tengah menyusun strategi nasional mengatasi kasus tenggelam. Menurut Rahman kini terdapat lebih dari 2000 rumah pengasuhan anak (amchal) di seluruh Bangladesh yang rata-rata beroperasi antara pagi hingga tengah hari saat kaum ibu sibuk mengerjakan urusan rumah tangga. 
Ini masih jauh dari mencukupi karena baru menyentuh 10 dari 240 sub distrik di seluruh Bangladesh. 
"Karena mengubah cara pandang pemerintah dan publik terhadap tenggelam sebagai ancaman ini sangat sulit. Sebagian besar menganggap tenggelam adalah kecelakaan atau takdir, padahal bisa dicegah," tegas Rahman saat diwawancara. 
Di Indonesia, menurut WHO angka kasus tenggelam adalah 3,3 per 100 ribu jiwa, atau mendekati 9000 orang pada tahun 2016. Seperti juga di berbagai negara Asia Tenggara lain, tenggelam sangat jarang disebut sebagai penyebab hilangnya nyawa manusia karena dipercaya sebagai kecelakaan tak terhindarkan. 
Angka korban sesungguhnya menurut WHO bisa lebih besar karena seringkali kematian akibat tenggelam tidak dilaporkan sehingga tak tercatat dalam akta kematian resmi. 

Senin, 13 Januari 2020

Swim for life





menyangkut keselamatan hidup mereka, berenang seharusnya setara dengan pentingnya ilmu pengetahuan. Bahkan, kalau kita simak kematian sia-sia dari ratusan anak setiap tahunnya, seharusnya kursus berenang dijadikan kurikulum wajib di setiap sekolah." kata Ira, menutup pembicaraan singkat kami.

Catatan: di Australia, berenang adalah wajib bagi setiap murid sekolah: "Swim for Life'"berenang untuk hidup. Semoga jadi masukan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di negeri kita. Kalau ada hal baik, walaupun berasal dari negara lain, tidak ada masalahnya, bila kita mengaplikasikannya juga di Tanah Air kita, sesuai dengan kondisi dan situasi.

DIVA





Pelajaran Berenang, Jauh Lebih Penting daripada Mata Pelajaran Lainnya



Selama ini sebuah paradigma yang keliru namun sudah telanjur membudaya dalam masyarakat kita adalah bahwa berenang itu hanya untuk hiburan dan rekreasi. Padahal, berenang adalah salah satu jalan keselamatan dan hidup bagi anak-anak. Orang dengan sukarela menghabiskan sejumlah uang untuk membawa anak-anak berlibur atau membelikan mainan games yang mahal untuk anak-anaknya, namun lupa membekali anak dengan ketrampilan berenang. Padahal, dengan bisa berenang, setidaknya satu pintu kematian sudah tertutup. Hal ini membuktikan betapa seriusnya kita memperhatikan keselamatan anak-anak kita.
Minat Belajar Berenang Meningkat 100 Persen
Sewaktu  pulang kampung ke Indonesia, kami sempat menengok anak-anak sedang belajar berenang di salah satu kolam renang di Kota Magelang.
Sempat berdialog sesaat dengan Ira, pelatih renang di saat-saat kesibukannya. Menurut Ira, tahun ini minat orang tua untuk mengantarkan anak-anak mereka untuk kursus berenang meningkat drastis hingga 100 persen. Biaya untuk pelatihan adalah sekitar Rp25.000,00 setiap kunjungan. Selama 10 kunjungan, anak-anak sudah dapat mengambangkan tubuhnya dalam air dan sudah dapat berenang sedikit-sedikit.
Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)
Setiap anak berbeda kemampuan berenangnya. Namun, rata-rata dalam 20 kali kunjungan, mereka sudah bisa dilepas dan berenang di tempat yang dalam. Jadi, kalau secara kasarnya, biaya maksimal 500 ribu rupiah, anak sudah dapat berenang. "Dan kemampuan berenang ini adalah untuk seumur hidup. Orang tua sangat menyadari bahwa kursus berenang merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan untuk anak-anak ketimbang anak diajarkan untuk kursus menari. Manfaatnya mengalahkan semua kegiatan olahraga lainnya.
Walaupun jelas bukan maksudnya bahwa olahraga lain dan seni tari tidak perlu. Dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengikuti kursus berenang, minimal anak anak sudah dihindarkan dari satu celah kematian, yaitu: tenggelam.
Masih menurut Ira, inisiatif ini dari para orang tua yang berada dalam suatu komunitas. Sedangkan dari pemerintah ataupun Badan Perlindungan Anak di Indonesia, belum terlihat ada tanda-tanda untuk menganjurkan dan menjelaskan kepada para orang tua betapa pentingnya pelajaran berenang bagi setiap anak. 
"Karena menyangkut keselamatan hidup mereka, berenang seharusnya setara dengan pentingnya ilmu pengetahuan. Bahkan, kalau kita simak kematian sia-sia dari ratusan anak setiap tahunnya, seharusnya kursus berenang dijadikan kurikulum wajib di setiap sekolah." kata Ira, menutup pembicaraan singkat kami.
Catatan: di Australia, berenang adalah wajib bagi setiap murid sekolah: "Swim for Life'"berenang untuk hidup. Semoga jadi masukan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di negeri kita. Kalau ada hal baik, walaupun berasal dari negara lain, tidak ada masalahnya, bila kita mengaplikasikannya juga di Tanah Air kita, sesuai dengan kondisi dan situasi.

Minggu, 12 Januari 2020

Mengapa Anak-anak Perlu dan Penting Bisa Berenang



Kita sudah amat sering mendengarkan kisah-kisah pilu bagaimana seorang anak tenggelam dan meninggal. Penyebab anak meninggal tidak harus ia berada di tempat yang dalam, bahkan di kolam teratai atau kolam ikan, yang dalamnya hanya satu meter saja sudah cukup merupakan jalan maut bagi anak anak. Hal ini terjadi karena mereka tidak bisa berenang, Kita sudah tahu, baik dari membaca di surat kabar, mendengarkan dari siaran radio, maupun menonton televisi. Tapi anehnya para orang tua bersikap apatis dan berpikir hal itu terjadi karena nasib sial saja. Padahal, apa yang terjadi pada anak orang lain bisa juga terjadi pada anak-anak kita.
Mengapa kita tidak mau mengantisipasinya dengan mengajarkan anak-anak kita berenang? Bagi anak-anak, untuk belajar berenang tidak sulit dan tidak butuh biaya jutaan rupiah untuk memberikan mereka les berenang. Tidak perlu mencari guru berenang yang juara renang olimpiade. Cukup orang dewasa yang menjadi guru mengajarkan anak-anak berenang.
Hampir 400.000 Orang Mati Tenggelam Setiap Tahun
Menurut WHO atau World Health Organization-Badan Kesehatan Sedunia, setiap tahunnya sekitar 400.000 orang mati tenggelam. Jumlah ini hanya berdasarkan laporan yang masuk, sedangkan kematian akibat tenggelam yang terjadi di kampung-kampung tentu tidak semuanya termonitor oleh WHO. Dalam kata lain, kemungkinan jumlah yang mati tenggelam sesungguhnya jauh lebih banyak daripada data yang berhasil dicatat.

Data menunjukkan lebih dari setengah jumlah orang yang tewas berusia 25 tahun ke bawah, dan paling banyak anak berusia di bawah lima tahun.

4 Kesalahan Saat Berenang Gaya Bebas




Gaya bebas merupakan gaya favorit bagi para perenang. Gaya ini dianggap paling cepat efektif.
Namun, memperagakan gaya bebas tidak bisa sembarangan. Faktanya, ada beberapa kebiasaan buruk yang dialakukan perenang ketika melakukan gaya ini.
Hal terpenting yang harus diketahui adalah berenang memerlukan latihan, waktu adaptasi dengan air, dan pengulangan berkali-kali untuk mencapai kemampuan prima.
Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan saat gaya bebas dan cara untuk memperbaikinya.

1. Posisi Kepala

Pada saat berenang, orang seringkali mengabaikan posisi kepala. Padahal,
detail kecil ini yang akan membuat berenang kita nyamandan membuat tubuh
bagian bawah tidak tenggelam terlalu dalam di air.
Perenang biasanya berenang dengan posisi kepala tinggi sehingga menimbulkan tegangan pada leher yang kemudian akan menyebabkan pinggang dan kaki terlalu tenggelam di dalam air.
Memang kebanyakan kasus ini timbul karena ketidaknyamanan saat mengambil nafas di air.
Solusi:

Pertama, pandangan Anda harus ke bawah. Hal ini akan membuat leher santai, rileks, dan menjadikan tubuh berbentuk horisontal.
Jika Anda dianalogikan seekor ikan paus yang memiliki lubang di punggung untuk bernafas, posisi tubuh horisontal akan membuat mudah bernafas melalui lubang di punggung.
Sementara itu, jika posisi leher Anda terlalu mendongak ke atas, maka lubang di punggung akan tertutup air karena posisinya di bawah kepala hingga tidak dapat bernafas.
Jika Anda lakukan ini dengan benar, maka bagian tubuh arah pinggang hingga kaki akan terangkat di air dan mengurangi hambatan dengan air.

2. Melakukan satu rangkain gaya yang pendek-pendek

Ketika merasa lelah, kita cenderung berenang dengan gaya yang pendek-pendek. Hal ini malah akan mengurangi jangkauan kita dan memperpendek jarak kayuhan.
Imbasnya adalah kita akan semakin lelah dan jarak yang ditempuh juga berkurang.
Solusi:

Yang perlu dilakukan adalah memperlambat berenang. Dengan demikian, diharapkan kita berenang dengan gaya yang penuh dan tidak pendek-pendek.

3. Kayuhan Kaki

Ada dua kesalahan yang biasa terjadi dalam hal kayuhan kaki dalam berenang, yakni kayuhan kaki yang lemah dan kayuhan yang terlalu banyak.
Jika Anda pernah berlatih kayuhan kaki menggunakan kickboard untuk berenang dari sisi kolam yang satu ke sisi kolam yang lain, Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak berenang begitu cepat.
Jika kayuhan kaki Anda lemah atau malah terlalu sering, Anda malah cenderung tidak bergerak. Kayuhan yang baik memerlukan fleksibilitas pergelangan kaki yang baik, dimana jika fleksibitas berkurang akan mengakibatkan kejang atau kram pada betis, terutama jika menggunakan fin.
Solusi:

Harus ada amplitudo yang baik pada kayuhan, tetapi jangan terlalu lebar karena malah bisa mengganggu posisi tubuh.
Kayuhan kaki sebaiknya seirama dengan gerakan yang lain, terutama dengan saat kita mengambil nafas.
Bagi yang memiliki kayuhan kaki yang lemah disarankan untuk berlatih menggunakan fin, namun jangan terlalu sering menggunakannya. Jangan-jangan Anda malah akan terbuai dan menggunakan fin terus.

4. Tidak Ada Rotasi Yang Seirama

Pada melakukan gaya bebas, sangat jarang kita melihat seseorang berenang dengan gerakan rotasi dari bahu, dada hingga pinggang.
Adalah hal biasa juga melihat seorang perenang melakukan gerakan rotasi dari bahu, dada hingga pinggang di sisi yang satunya tapi tidak di sisi yang lain.
Solusi:

Teknik berenang yang efisien adalah ketika bahu, dada, dan pinggang bergerak seirama. Hal ini yang disebut ‘body roll’.
Harap diperhatikan posisi kepala harus tetap dengan pandangan ke bawah, kecuali untuk gerakan mengambil nafas.*


7 Kesalahan Renang Gaya Punggung Dan Solusinya



Ada berbagai macam teknik renang yang biasanya digunakan dalam perlombaan renang. Diantaranya yaitu teknik renang gaya bebas, teknik renang gaya punggung, teknik renang gaya kupu-kupu dan juga teknik renang gaya Dada. Salah satu teknik renang yang populer adalah teknik renang gaya punggung. Teknik ini cukup sulit untuk dilakukan oleh pemula. Bahkan sebagai profesional pun terkadang bisa melakukan kesalahan.

Renang gaya punggung memang gaya renang yang paling berbeda jika dibandingkan dengan renang gaya lainya. Karena saat melakukan gaya ini, tubuh menghadap keatas dan seolah-olah mengambang diatas air. Dan dengan menggunakan renang gaya ini, perenang tidak bisa melihat bagian belakang anda. Jadi, intuisi juga digunakan untuk melakukan renang gaya ini. Namun, meskipun sulit, dengan Renang gaya punggung, perenang bisa mengambil nafas dengan mudah.

Teknik renang gaya punggung pertama kali dilombakan pada Olimpiade Paris yang diselenggarakan pada tahun 1900. Dan pada tahun 1912 Teknik renang gaya punggung semakin populer dengan dibagi lagi menjadi 3 kelas yang diperlombakan dalam kompetisi tingkat lokal maupun internasional.

Berikut adalah beberapa kesalahan yang biasa dilakukan saat melakukan renang gaya punggung dan juga solusi nya.

1. Kaki tidak digerakkan atau digerakkan sembarangan

Ini merupakan hal yang terjadi ketika anda baru ingin berlatih untuk berenang dengan gaya punggung. Dimana setelah posisi meluncur, kaki anda diam saja dan mungkin kaki diangkat secara membabi buta dan hanya mengepak-ngepakan ke dalam air seperti gaya bebas. Hal ini akan membuat tubuh anda tenggelam, karena tidak ada dorongan untuk anda bisa mengambang.

Cara Penaggulangan :

Gerakan kaki yang baik adalah dengan melakukan gerakan seperti mengayuh sepeda, namun jangan terlalu mengangkat lutut terlalu tinggi, hal ini juga akan mengakibatkan dorongan dari kaki menjadi kurang maksimal.

2. Tangan tidak Mengayuh

Untuk pemula, memang cukup sulit untuk bisa meluncur dengan sempurna. Bahkan untuk mengapung saja sudah cukup sulit. Ketika tangan kanan sedang berada diatas, tangan kiri yang berada di dalam air tidak mendorong  atau mengayuh ke dalam air. sehingga badan akan tenggelam. Jadi usahakan kedua tangan selalu bergerak secara sistematis.

Cara Penaggulangan :

lakukan latihan untuk mensingkronkan gerakan tangan dan kaki anda. usahakan gerakan tangan membentuk huruf “S’ saat didalam air. sehingga menghasilkan kecepatan maksimal dan arah yang lurus.

3. Lutut Terlalu Naik

Salah satu kesalahan  yang sering dilakukakn adalah lutut terlalu naik hingga ke permukaan air. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya daya luncur saat kaki naik turun. Hal ini biasa terjadi karena saat melakukan gerakan kaki, paha terlalu ditarik keatas, sehingga menyebabkan lutut membentuk sudut. Kesalahan ini bisa menyebabkan luncuran tubuh kurang maksimal.

Selain itu, jika mengangkat kaki terlalu keatas daya dorong yang dicapai menjadi kurang maksimal. Hal ini disebabkan karena kaki hanya menendang pada ujung-ujung jari saja sehingga daya dorong yang dihasilkan juga sangat kecil, karena seharusnya dengan menggunakan telapak kaki dan dengan mengibaskan bagian jari-jari kaki, agar daya dorongnya maksimal.

Cara Penaggulangan :

Latih gerakan dasar kaki, anda harus mengatur irama agar kaki tidak terlalu membentuk sudut. sebisa mungkin jangan angkat paha terlalu naik, sehingga lutut juga tidak terangkat keatas.

Daya dorong kaki saat berenang gaya punggung bukan dari lutut yang terlalu di tekuk, melainkan kibasan dari telapak kaki perenang dan juga sedikit dorongan dari jari-jari yang digerakkan saat di dalam air pada fase istirahat.

4. Pada Fase Istirahat, Lengan kurang Vertikal

Gerakan tangan pada renang gaya punggung dibedakan menjadi tiga fase, yang pertama adalah fase Menarik, dimana pada fase ini tangan anda mulai keluar dari air dan siku ditekuk namun pada posisi tangan tetap di sisi luar bahu. Fase Mendorong, dimana pada fase ini, perenang melakukan dorongan dengan rotasi tangan membentuk seperempat lingkaran. Dan fase istirahat, fase ini dilakukan setelah tangan  pada posisi diatas dimana keluar dari air dari ibu jari dan kemudian diputar sehingga ketika tangan masuk ke air yang pertama menyentuh air adalah jari kelingking. Perenang bisa melakukan fase istirahat dengan seirama dari tangan yang lain yang sedang melakukan fase menarik dan mendorong.

Fase Istirahat dengan lengan terlalu vertikal mengakibatkan jangkauan tangan kurang maksimal. Karena jangkauan tangan yang tidak maksimal, berakibat pada saat fase inward sweep ( Menyapu kedalam) lurus. Jika sapuan kedalam yang saharusnya membentuk hurus “S” menjadi lurus, berakibat pada ketidak seimbangan arah saat berenang. Sehingga tubuh akan terdorong kekiri atau ke kanan.

Cara Penaggulangan :

lakukakn latihan catch up, luruskan lengan dengan baik saat fase istirahat

Setelah fase mendorong dan ibu jari sudah keluar dari air, putarlah lebih awal sehingga lengan bisa tertarik lurus.

5.  Gerakan rotasi tangan terlalu lurus

Kesalahan biasanya dilakukan ketika gerakan tangan di dalam air karena rotasi tangan lurus. Hal ini mengakibatkan kecepatan meluncur juga berkurang, karena fase dorongan seharusnya berlawanan dengan arah perenang. Karena salah dalam rotasi saat dorongan mengakibatkan dorongan malah menghadap ke atas.

Cara Penaggulangan :

Untuk menanggulangi ini, perenang bisa melakukan latihan catch up gata punggung, dan perhatikan gerakan demi gerakan tangan untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik.

6. Tidak melakukan Body Roll

Melakukan renang gaya punggung mengharuskan anda untuk bisa mengapung diatas air secara terlentang. Dan dengan kombinasi gerakan tangan memutar ke belakang yang cukup sulit. Kesalahan yang terkadang dilakukan adalah pada saat fase menarik, tubuh terlalu lurus sehingga menempatkan beban tarikan ke bahu. Kesalahan ini bisa menyebabkan cidera bahu dan kelelahan. Sedikit body roll juga dapat meningkatkan daya dorong dengan menarik otot dada dan punggung.

Cara Penaggulangan :

Untuk melakukan body roll anda tidak boleh lebih dari 45 derajat dari posisi netral, Putar pinggul Anda saat Anda memutar bahu Anda. Ketika Anda melakukan stroke, cobalah untuk menyentuh bahu Anda ke dagu Anda

7. Pengambilan Pernapasan

Meskipun ketika melakukan renang gaya punggung, muka perenang menghadap keatas. Tidak menuntut kemungkinan bahwa muka atau hidung perenang bisa terkena air dan cukup mengganggu saat melakukan pernafasan. Untuk melakukan pernafasan sebaiknya melakukan sesuai irama tarikan dan dorongan. sehingga anda bisa lebih nyaman dalam mengambil pernafasan. Usahakan juga jangan terlalu kaku dalam melakukan renang gaya punggung.

Cara Penaggulangan :

Untuk meningkatkan pernapasan, Anda bisa lebih rileks dan tekan punggung ke bawah. Ini akan meningkatkan daya pernapasan saat di kolam renang.

Untuk menjadi seorang perenang yang profesional ada baiknya anda juga melatih beberapa bagian tubuh agar bisa mencapai hasil yang maksimal seperti Latihan untuk bagian tubuh bagian atas pernang, Latihan pergelangan kaki perenang agar terhindar dari cidera, dan untuk pemula bisa mempelajari cara berenang lebih cepat.

Ternyata Inilah Cara Berenang Untuk Syaraf Kejepit yang Perlu Diketahui!



Gangguan syaraf kejepit merupakan gangguan kesehatan yang dapat menyerang siapa saja. Syaraf kejepit atau bahasa medisnya adalah hernia nucleus pulposus (HNP) merupakan gangguan syaraf yang dapat menyebabkan tonjolan pada permukaan ruas tulang belakang.
Syaraf kejepit dapat menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa. Bagi sebagian besar penderita, syaraf kejepit dapat sembuh dengan sendiri dalam hitungan hari. Namun tentu saja menyebabkan aktivitas jadi terganggu.
Salah satu cara untuk mengatasi syaraf kejepit adalah dengan berenang. Meskipun syaraf kejepit menyebabkan gerakan menjadi terbatas, namun gerakan renang justru dapat mengurangi bahkan mengatasi gangguan kesehatan ini. Berikut ini adalah cara berenang yang disarankan untuk syaraf kejepit:
Mengapung
Berbaring di atas tempat tidur yang empuk memang membantu mengurangi rasa sakit pada syaraf kejepit, namun mengapung di atas permukaan air akan jauh lebih menenangkan.
Hindari gaya kupu-kupu
Meskipun berenang disarankan untuk penderita syaraf kejepit, namun terdapat beberapa gaya renang yang harus dihindari. Salah satunya adalah gaya kupu-kupu. Gaya renang yang satu ini banyak memberikan tekanan pada punggung sehingga jika dilakukan justru akan berbahaya bagi tulang belakang.
Sejajarkan pundak dan pinggang
Sebenarnya tidak ada gerakan olahraga yang benar-benar aman untuk penderita syaraf kejepit, hanya saja teknik berenang yang tepat dapat membantu mengatasi gangguan ini. Namun dengan teknik yang benar-benar tepat.
Salah satu kuncinya adalah dengan selalu memposisikan pundak sejajar dengan pinggang. Pertahankan posisi ini ketika berenang. Posisi ini akan membantu tulang belakang kembali dalam posisi normalnya.
Hindari gerakan mendadak
Meskipun disarankan untuk berenang, namun penderita syaraf kejepit tetap harus waspada dan berhati-hati ketika berenang. Jika tidak, maka syaraf kejepit justru dapat semakin parah. Hindari gerakan mendadak ketika berenang.
Berenanglah dengan pelan dan santai. Selain menghindari nyeri yang semakin parah, berenang dengan santai akan membantu menenangkan pikiran sehingga sakit yang dirasakan akan semakin berkurang.
Gaya bebas dan gaya punggung
Ada dua gaya renang yang sangat disarankan bagi penderita syaraf kejepit, yakni gaya bebas dan gaya punggung. Kedua gaya renang ini dianggap aman dan membantu punggung berada dalam posisi yang tepat. Namun kedua gaya ini tetap harus dilakukan dengan perlahan dan tenang.
Itulah beberapa cara berenang untuk mengatasi syaraf kejepit. Namun sebelum mencobanya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada ahlinya agar terapi berenang lebih aman dan optimal.


Inilah Cara Bernafas Saat Berenang yang Wajib Diketahui!


Salah satu teknik yang paling penting dipelajari saat berenang adalah cara bernafas. Teknik bernafas dalam renang harus dipelajari dengan baik agar tubuh tetap mendapatkan energi dan mampu berenang selama mungkin. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai cara bernafas yang benar dalam renang:

Miringkan kepala. Cara mengambil nafas dalam renang adalah dengan memiringkan kepala ke samping. Ketika salah satu tangan terangkat ke atas, maka secara otomatis kepala juga dimiringkan. Ketika itu, berkonsentrasilah untuk mengambil nafas dengan memiringkan kepala. Ingat, kepala jangan sampai menghadap ke atas dan jaga teknik renang tetap stabil.

Jangan angkat kepala. Ketika akan mengambil nafas, hindari mengangkat kepala ke atas karena dapat mengganggu konsentrasi. Posisikan salah satu tangan di depan dan tangan lain di belakang dengan sudut sekitar 45 derajat. Putar kepala ke arah samping dan segera ambil nafas sebanyak mungkin.

Lakukan di satu sisi terlebih dahulu. Jika kamu baru saja belajar berenang, maka cara bernafas yang paling baik adalah dengan mengambil nafas dari satu sisi saja. Ambil nafas dari sisi yang paling nyaman. Jika telah mahir, kamu bisa mencoba mengambil nafas bilateral atau dari kedua sisi. Pernafasan bilateral lebih memungkinkan untuk berenang jarak jauh dan lurus.

Kuasai pernafasan bilateral. Mengapa perlu melatih pernafasan bilateral? Pernafasan bilateral sangat membantu dalam renang, terutama renang jarak jauh. Cara melakukannya adalah dengan stroke tiga kali kemudian mengambil nafas di salah satu sisi dan kemudian stroke tiga kali lagi dengan stroke di sisi lain.

Menghembuskan nafas. Cara menghembuskan nafas dalam renang berbeda dengan ketika melakukan kegiatan sehari-hari. Hembuskan nafas lewat hidung dan mulut. Dengan begitu, jumlah air yang mungkin masuk ke dalam hidung dan paru-paru lebih sedikit.

Itulah cara bernafas dalam renang yang perlu diketahui. Pada awal latihan, mungkin kamu akan menghirup banyak air lewat hidung maupun mulut. Namun hal tersebut normal dalam latihan. Semakin banyak berlatih maka akan semakin mudah melakukannya.

Inilah 3 Teknik Berenang Agar Cepat Tinggi!



Olahraga tak hanya membuat badan menjadi lebih sehat, tapi juga mampu menambah tinggi badan. Maka tak heran jika kebanyakan atlet memiliki tubuh yang tinggi semampai. Hal ini dikarenakan olahraga memang sangat tepat dilakukan demi mendapatkan bentuk badan yang ideal.
Salah satu olahraga yang dikenal dapat membuat badan menjadi lebih tinggi adalah renang. Lihat saja para atlet renang yang memiliki bentuk dan tinggi badan yang menarik. Bagi kamu yang ingin meninggikan badan, berikut ini adalah beberapa teknik berenang agar bisa menjadi lebih tinggi:
Teknik renang gaya bebas
Teknik yang satu ini cukup mudah dilakukan. Pertama, lakukan teknik meluncur kemudian lanjutkan dengan menggerakkan tangan secara bergantian ke atas dan ke bawah layaknya orang yang mendayung. Ketika salah satu tangan berada di atas, tubuh akan menghadap ke samping sehingga kepala sedikit keluar dari air dan memiliki kesempatan untuk mengambil nafas.
Gerakan kaki pada teknik ini dilakukan dengan diangkat secara bergantian untuk mendorong tubuh ke depan. Namun jangan mengangkat kaki terlalu tinggi agar tidak mudah lelah. Cambukkan kaki ketika kaki diturunkan untuk menambah kecepatan.
Teknik renang gaya dada
Teknik renang gaya dada tidak membutuhkan banyak energi seperti teknik renang gaya bebas. Teknik ini dilakukan dengan mencontoh gerakan katak sehingga disebut juga gaya katak.
Setelah melakukan gerakan meluncur, satukan kedua telapak tangan dengan lengan lurus ke depan. Kemudian tarik kedua tangan ke arah samping sambil mendorong air ke belakang sehingga badan akan terdorong ke depan.
Sementara itu, gerakkan kaki layaknya seekor katak yang berenang. Tekuk kedua kaki kemudian hentakkan ke arah samping dan rapatkan. Rapatkan kedua kaki dengan posisi lurus dan kedua telapak kaki bersentuhan. Ketika melakukan hentakan inilah otot pada kaki akan tertarik sehingga badan lebih lentur dan lebih cepat tinggi.
Teknik renang gaya kupu-kupu
Selanjutnya adalah teknik renang gaya kupu-kupu. Teknik ini meskipun terlihat santai, namun membutuhkan tenaga yang lebih besar dibandingkan gaya bebas. Berbeda dengan gaya renang lainnya, gaya renang kupu-kupu dilakukan dengan menjaga keseimbangan tubuh di atas air agar bisa mengapung dengan baik.
Gerakan kaki pada gaya kupu-kupu hampir sama dengan gerakan kaki pada gaya bebas. Perbedaannya hanya dilakukan secara bersamaan bukan bergantian sebagaimana pada gaya bebas sehingga akan tampak seperti duyung yang berenang.
Untuk gerakan tangan dilakukan dengan gerakan mendayung yang juga dilakukan bersamaan. Gerakkan tangan dari depan ke arah belakang agar badan terdorong ke depan.
Itulah beberapa teknik berenang yang dapat kamu coba agar bisa lebih cepat mendapatkan tubuh yang tinggi. Namun perlu diingat agar melakukan olahraga renang setidaknya 3 kali dalam seminggu agar hasil lebih optimal.

Kamis, 09 Januari 2020

Dalil Terkait Renang





Kalau kita telusuri memang ada beberapa hadits Nabi SAW yang menyinggung masalah berenang ini. Di antara hadits itu adalah hadits berikut ini :
كُلُّ شَئْ ٍلَيْسَ فِيْهِ ذِكْرُ اللهِ فَهُوَ لَهْوٌ وَلَعِبٌ إِلاَّ أَرْبَعٌ مُلاَعَبَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَتَأْدِيْبُ الرَّجُلِ فَرَسَهُ وَمَشْيُهُ بَيْنَ الْغَرْضَيْنِ وَتَعْلِيْمُ الرَّجُلِ السِّبَاحَةَ
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i). 
Kalau kita perhatikan teks hadits di atas, Rasulullah SAW menyebutkan bhawa mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan yang sia-sia, sebagaimana beberapa perbuatan lainnya. Hanya saja beliau tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan.
Perkataan Umar bin Al-Khattab 
Sedangkan dalil yang amat populer di tengah masyarakat bahwa ada perintah untuk mengajarkan anak-anak berenang, termasuk di dalamnya memanah dan menunggang kuda, ternyata bukan hadits nabi. Para ulama umumnya menyebut perintah itu merupakan perintah dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu. 
عَلِّمُوا أَوْلاَدَكُم السِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ وَرُكُوْبَ الخَيْلِ
Umar bin Al-Khattab berkata,"Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda".
Perkataan di atas lebih tepat untuk dinisbatkan kepada Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu. Sebab kalau dinisbatkan kepada Rasulullah SAW, banyak para ulama hadits yang menentangnya.
Atsar dari Umar ini sampai kepada kita lewat jalur Bakr bin Abdillah, dari Abdullah Al-Anshari dan Jabir bin Abdillah, Abu Rafi' dan Ibnu Umar, yang diriwayatkan secara marfu'.
Hadits sejenis juga ada, yaitu yang menyebutan keharusan mengajarkan anak kita berenang. Namun para ulama mengatakan bahwa hadits itu bermasalah. Hadits itu adalah :
عَنْ أَبِي رَافِعِ قَالَ قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ أَلِلْوَلَدِ عَلَيْنَا حَقٌّ كَحَقِّناَ عَلَيْهِمْ ؟ قاَلَ : نَعَمْ حَقُّ الوَلَدِ عَلىَ الوَالِدِ أَنْ يُعَلِّمَهُ الكِتَابَةَ وَالسِّبَاحَةَ وَالرَّمْيَ
Dari Abi Rafi', dia bertanya,"Ya Rasulullah, apadaha ada kewajiban atas kita terhadap anak kita, sebagaimana kewajiban anak kepada kita?". Rasulullah SAW menjawab,"Ya, hak anak atas ayahnya adalah diajarkan membaca, berenang dan memanah".
B. Istimbath Hukum
Dengan dalil-dalil di atas, umumnya para ulama sampai kepada kesimpulan bahwa pada dasarnya hukum berenang adalah sesuatu yang mubah, bukan termasuk sunnah apalagi kewajiban. 
Namun hukum mubah ini masih tergantung kepada tujuan dan tata caranya. Bila tujuan dan tata caranya sesuai dengan ketentuan syariah, hukumnya bisa menjadi mustahab atau sunnah. Sebaliknya bila tujuan atau tata cara yang dipakai bertentangan atau berseberangan dengan ketentuan syariah, hukumnya bisa berubah menjadi makruh, bahkan sampai ke tingkat haram. 
C. Ketentuan Syar'i
Agar berenang tidak menyalahi ketentuan syariat, maka harus dijaga agar jangan sampai sesuatu yang hukum dasarnya halal, kemudian berubah menjadi haram, karena di dalamnya ternyata terdapat unsur-unsur yang bertentangan dengan syariat.
1. Diutamakan Sejak Kecil
Belajar berenang diutamakan sudah dilakukan sejak usia masih kecil. Setidaknya ada dua alasan yang melatar-belakanginya.
Alasan pertama, karena belajar menguasai sesuatu akan menjadi lebih mudah bila dikerjakan di usia dini. Maka nasehat Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu untuk mengajarkan anak-anak kita berenang sejak kecil sudah sangat tepat.
Alasan kedua, anak yang masih kecil belum lagi terikat dengan aturan masalah membuka aurat serta keharusan menjaga pandangan. 


Alasan Renang jadi Olahraga Penting bagi Penderita Diabetes


Berenang merupakan bentuk olahraga yang penting dilakukan, tak terkecuali bagi penderita diabetes. Berenang bisa membakar kalori dengan cepat dan memberikan berbagai manfaat kesehatan lainnya.Dilansir dari Daily Health Post, berikut adalah lima manfaat baik dari berenang bagi penderita diabetes.

1. Mengontrol gula darah

Bagi orang diabetes, berenang akan menjaga kadar gula darah. Ini terjadi karena berenang bisa meningkatkan kebugaran dengan menguatkan semua otot utama. Hal ini memungkinkan tubuh menyerap oksigen dan nutrisi ke dalam sel otot secara efisien. Dan tentunya, sangat baik bagi penderita diabetes yang memiliki gula darah fluktuatif.

2. Tidak ada gravitasi

Minimnya gravitasi di kolam renang akan mengurangi tingkat stres di dalam tubuh. Tidak hanya itu, minimnya gravitasi tidak akan membuat kaki terluka. Ini sangat baik bagi penderita diabetes. Pasalnya, luka merupakan sesuatu hal yang harus dihindari. Luka kecil saja bisa menjadi serius bagi mereka.

3. Memperkuat jantung

Berenang sangat baik untuk kesehatan jantung. Penderita diabetes juga sangat rentan terhadap masalah jantung. Berenang akan meningkatkan sirkulasi darah di dalam tubuh sehingga mengurangi risiko penyakit jantung. Dan, tentunya hal ini sangat baik bagi penderita diabetes.

4. Membakar kalori

Berenang merupakan bentuk latihan yang sangat efektif untuk menurunkan berat badan. Kalori akan terbakar dengan cepat saat berenang sehingga badan memiliki berat yang lebih ideal. Berat badan yang berlebihan sering kali dikaitkan dengan masalah diabetes dan penyakit lainya, seperti jantung dan stroke. Oleh sebab itu, tubuh yang ideal karena berenang akan menangkal semua ini.

5. Baik bagi kesehatan mental

Tidak hanya memberikan manfaat fisik, berenang juga memberikan manfaat psikis. Berolahraga akan membuat hati senang, apalagi jika dilakukan bersama-sama dalam suatu kelompok atau komunitas. Berenang akan membuat seseorang lebih sering berinteraksi dengan orang lain.

Betulkah Renang Merupakan Sunnah?


Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw yang menyinggung dan memerintah para orangtua untuk mengajari anak-anak kita pada tiga jenis olah raga yakni berkuda,memanah dan berenang. Di antara hadits itu berbunyi sebagai berikut :
كُلُّ شَئْ ٍلَيْسَ فِيْهِ ذِكْرُ اللهِ فَهُوَ لَهْوٌ وَلَعِبٌ إِلاَّ أَرْبَعٌ مُلاَعَبَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَتَأْدِيْبُ الرَّجُلِ فَرَسَهُ وَمَشْيُهُ بَيْنَ الْغَرْضَيْنِ وَتَعْلِيْمُ الرَّجُلِ السِّبَاحَةَ

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i).

Perkataan Umar Bin Khattab :
عَلِّمُوا أَوْلاَدَكُم السِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ وَرُكُوْبَ الخَيْلِ

Umar bin Al-Khattab berkata,"Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda".  

Hadits sejenis juga ada, yaitu yang menyebutan keharusan mengajarkan anak kita berenang. Namun para ulama mengatakan bahwa hadits itu bermasalah. Hadits itu adalah :
عَنْ أَبِي رَافِعِ قَالَ قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ أَلِلْوَلَدِ عَلَيْنَا حَقٌّ كَحَقِّناَ عَلَيْهِمْ ؟ قاَلَ : نَعَمْ حَقُّ الوَلَدِ عَلىَ الوَالِدِ أَنْ يُعَلِّمَهُ الكِتَابَةَ وَالسِّبَاحَةَ وَالرَّمْيَ

Dari Abi Rafi', dia bertanya,"Ya Rasulullah, apadaha ada kewajiban atas kita terhadap anak kita, sebagaimana kewajiban anak kepada kita?". Rasulullah SAW menjawab,"Ya, hak anak atas ayahnya adalah diajarkan membaca, berenang dan memanah".  
Kalau kita perhatikan teks hadits di atas, Rasulullah Saw menyebutkan bahwa mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan yang sia-sia, sebagaimana beberapa perbuatan lainnya. Hanya saja beliau tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan. Renang adalah olah raga yang memerlukan air cukup banyak,padahal kondisi di Arab saat itu adalah gurun pasir yang sulit menemukan air,apalagi untuk berenang. Lalu apa manfaat berenang sendiri bagi anak-anak? Berikut uraiannya ditinjau dari segi kesehatan:
Mengajar anak Anda untuk berenang dan mendorong ia untuk berenang secara teratur dapat memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan dan keselamatannya. Terutama pada hari yang panas, berenang adalah cara untuk tetap tenang sambil mendorong tingkat yang sehat aktivitas fisik dan sosial. Mengajari anak-anak berenang dapat mempromosikan gaya hidup aktif dan sehat sepanjang tahun. Berenang juga memberikan latihan yang lebih efektif daripada beberapa kegiatan lainnya.


1.Keselamatan

Menurut kidshealth.org, tenggelam adalah penyebab utama kedua kematian bagi anak-anak yang berusia antara usia 5 hingga 24 tahun. Dengan mengajarkan anak untuk berenang, dia tidak akan hanya menjadi perenang kuat, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga di dalam air. Pengalaman ini sangat mengurangi risiko keadaan darurat jika anak tidak sengaja jatuh di kolam renang,selokan air atau saat bermain di pantai.


2.Kesehatan Fisik

Menurut 24hourfitness.com, berenang adalah latihan kardiovaskular yang sangat baik yang mempromosikan jantung dan paru-paru kesehatan, meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas, meningkatkan stamina dan bahkan meningkatkan keseimbangan dan postur. Selain itu, berenang adalah cara untuk mencegah obesitas saat masih anak-anak atau setelah dewasa.Berenang juga menempatkan sedikit ketegangan pada sendi dan jaringan ikat daripada bentuk-bentuk lain dari latihan.



3.Kesehatan Emosional

Seperti dilaporkan livestrong.com, mendorong anak untuk berenang juga dapat meningkatkan kesehatan mental dan emosional. Dengan melakukan renang secara teratur anak akan dapat mengontrol emosinya, mengingat selama dalam aktivitas berenang harus dilakukan dengan kondisi santai dan bagai. Renang kurang baik jika dilakukan dalam kondisi marah atau emosi tinggi. Daya apung alami air lebih santai daripada jenis lain dari latihan.

Trik Agar Renang Datangkan Manfaat Maksimal bagi Tubuh



Renang dikenal sebagai olahraga fisik yang bisa meningkatkan kebugaran, membentuk otot, sekaligus membakar kalori.
Renang juga merupakan olahraga low impact, atau yang tak berdampak besar pada persendian, dan bisa memberi efek meditatif pada pikiran.
Kepala aktivitas fisik di Mind, Harley Jarvis mengatakan, berada dalam air saja sudah merupakan terapi.
Olahraga luar ruangan seperti berenang, kata dia, juga bisa memberikan manfaat khusus.
Penelitian menyebutkan, dampaknya sama efektif dengan antidepresan dalam merawat depresi ringan hingga sedang.
"Warna, suara, dan bau yang kita temukan ketika berada di luar ruangan menstimulasi rasa kita."
"Dan itu tidak bisa ditemukan ketika berada di pusat kebugaran atau lingkungan urban," ujar Jarvis kepada Swim England.
Namun di sisi lain, -ternyata, banyak orang tak mendapatkan manfaat maksimal ketika berenang.
Apa penyebabnya? Juga, apa yang harus dilakukan agar olahraga renang yang kita lakukan efektif?
Juara tiga kali olimpiade dan commonwealth games, James Goddard berbagi tips agar aktivitas renang yang kita lakukan bisa efektif dan membakar kalori.
Gunakan gaya berbeda
Banyak orang hanya menggunakan gaya dada atau gaya bebas ketika berenang.
Namun, jika kamu menginginkan hasil nyata dari aktivitas renang, maka kamu perlu menggabungkan teknik, set, dan kecepatan.
Goddard mengatakan, jika kita hanya melakukan gaya dada di setiap sesi, maka tubuh akan mudah terbiasa.
Ia menyarankan agar kita menggabungkan teknik berenang lainnya untuk mulai menggunakan kelompok otot berbeda, jika ingin lebih kuat dan bugar.
"Renang adalah olahraga penuh teknik. Pada olimpiade, mereka yang menang tidak hanya yang terbesar atau terkuat, tapi mereka yang menggunakan teknik terlama," ujar dia.
Sama seperti olahraga lainnya, jika kita berhenti pada satu rutinitas olahraga saja, maka kita harus keluar dari zona nyaman.
Keluar dari zona nyaman, artinya melakukan hal yang kita tidak ingin lakukan.
Goddard juga merekomendasikan kita memakai peralatan tambahan untuk melatih tendangan, seperti papan pelampung, pool buoy, rubber band,dan swimfin agar teknik renang kita semakin baik.
Jika kita ingin membakar kalori, tambahkan sesi tendangan dalam rutinitas kita. Goddard menyarankan subset 4x50m atau 8x25m.
Dengan bagian atas tubuh pada papan pelampung, maka kita akan fokus menguatkan tendangan kita, yang mana sering diabaikan oleh orang-orang.
Sama halnya jika menggunakan pool buoy di antara kaki untuk memaksimalkan gerakan tubuh bagian atas.


Manfaat berenang gaya dada, yang beda dari teknik lainnya


Berikut serangkaian manfaat baik yang akan Anda dapatkan jika berenang dengan gaya katak:

1. Menguatkan tulang dan otot

Renang membuat Anda harus terus menggerakkan otot-otot seluruh tubuh, mulai dari kepala sampai kaki. Dilakukan rutin, berenang dapat menguatkan dan mempertahankan kekuatan otot Anda sehingga massa otot tidak berkurang drastis di usia muda.

Mempertahankan massa otot sejak dini ikut menjaga tulang Anda menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, semakin kuat otot dan tulang Anda dapat membantu menurunkan risiko osteoporosis di masa senja nanti.

2. Meningkatkan kebugaran jantung dan paru

Cepat lelah dan kehabisan napas meski tidak sedang beraktivitas berat bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Nah, rutin berenang bisa membantu Anda mengatasi masalah ini.
Anda membutuhkan asupan energi dan oksigen yang stabil untuk bisa terus membuat gerakan renang yang berulang dan terus menerus. Renang adalah jenis olahraga kardio yang bermanfaat untuk meningkatkan detak jantung. Bila otot jantung kuat, maka pembuluh darah dapat mengalirkan darah lebih banyak dan lebih cepat sehingga mengalirkan oksigen lebih banyak ke setiap sel organ tubuh.

Hal ini memungkinkan jantung dan paru untuk bekerja lebih efisien serta meningkatkan kapasitas kerjanya. Semakin stabil detak jantung dan pola pernapasan Anda saat beraktivitas, semakin baik pula kebugaran jasmani Anda. Pada akhirnya, Anda dapat beraktivitas fisik seperti biasa tanpa cepat merasa capek, serta dapat bernapas lebih baik lagi.

3. Menjaga tensi dan gula darah tetap stabil

Bukan hanya otot saja yang merasakan manfaatnya, renang gaya dada juga tak kalah baik untuk kesehatan sistem kardiovaskular. Seperti yang telah dijelaskan di atas, renang meningkatkan kebugaran jantung. Jantung yang bekerja lebih efisien memompa darah membuat tekanan darah bisa lebih terkontrol dengan baik.

Selain itu, sirkulasi darah yang baik juga membantu metabolisme Anda meningkat. Hal ini membuat tubuh lebih maksimal membakar cadangan karbohidrat atau lemak sebagai sumber energi. Mengutip artikel Berkeley Wellness dari University of California, berenang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Alhasil, perubahan kadar gula darah dalam tubuh pun dapat lebih terjaga.

4. Efektif bakar lemak

Renang adalah salah satu jenis olahraga terbaik untuk membakar kalori dan menurunkan berat badan. Berenang gaya dada bolak-balik berulang kali dalam 10 menit membakar hingga 60 kalori.

Anda umumnya dapat membakar sekitar 200 kalori hanya dengan berenang santai dalam setengah jam. Jumlah kalori yang dibakar ini lebih banyak dibandingkan dengan berjalan kaki dalam waktu yang sama.

Pembakaran lemak biasanya terjadi setelah sekitar 20 menit berenang. Sebab pada awal mulai berenang, tubuh lebih dulu membakar karbohidrat cadangan dan setelahnya baru membakar lemak.

Jika ingin berat badan cepat turun sebaiknya rutin berenang minimal 30 menit per hari. Ditambah lagi, semakin cepat dan jauh jarak yang Anda tempuh saat berenang, otomatis jumlah kalori yang terbakar pun akan lebih banyak.

Sebaiknya jika Anda baru mulai berenang, cobalah lakukan dengan durasi 10 menit lebih dahulu. Kemudian tingkatkan durasi dan jaraknya secara bertahap. Jangan lupa, manfaat berenang yang satu ini akan lebih maksimal jika Anda juga mengimbanginya dengan pengaturan pola makan yang tepat.

5. Cegah risiko penyakit kronis

Rutin berenang menguatkan fungsi jantung. Detak jantung yang semakin kuat dan stabil bantu menjauhkan Anda dari risiko penyakit jantung, stroke hingga diabetes. Berenang memang terbukti bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Berenang juga termasuk jenis olahraga yang efektif meringankan sakit punggung bawah atau low-back pain kronis.