Senin, 13 Januari 2020

Pelajaran Berenang, Jauh Lebih Penting daripada Mata Pelajaran Lainnya



Selama ini sebuah paradigma yang keliru namun sudah telanjur membudaya dalam masyarakat kita adalah bahwa berenang itu hanya untuk hiburan dan rekreasi. Padahal, berenang adalah salah satu jalan keselamatan dan hidup bagi anak-anak. Orang dengan sukarela menghabiskan sejumlah uang untuk membawa anak-anak berlibur atau membelikan mainan games yang mahal untuk anak-anaknya, namun lupa membekali anak dengan ketrampilan berenang. Padahal, dengan bisa berenang, setidaknya satu pintu kematian sudah tertutup. Hal ini membuktikan betapa seriusnya kita memperhatikan keselamatan anak-anak kita.
Minat Belajar Berenang Meningkat 100 Persen
Sewaktu  pulang kampung ke Indonesia, kami sempat menengok anak-anak sedang belajar berenang di salah satu kolam renang di Kota Magelang.
Sempat berdialog sesaat dengan Ira, pelatih renang di saat-saat kesibukannya. Menurut Ira, tahun ini minat orang tua untuk mengantarkan anak-anak mereka untuk kursus berenang meningkat drastis hingga 100 persen. Biaya untuk pelatihan adalah sekitar Rp25.000,00 setiap kunjungan. Selama 10 kunjungan, anak-anak sudah dapat mengambangkan tubuhnya dalam air dan sudah dapat berenang sedikit-sedikit.
Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)
Setiap anak berbeda kemampuan berenangnya. Namun, rata-rata dalam 20 kali kunjungan, mereka sudah bisa dilepas dan berenang di tempat yang dalam. Jadi, kalau secara kasarnya, biaya maksimal 500 ribu rupiah, anak sudah dapat berenang. "Dan kemampuan berenang ini adalah untuk seumur hidup. Orang tua sangat menyadari bahwa kursus berenang merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan untuk anak-anak ketimbang anak diajarkan untuk kursus menari. Manfaatnya mengalahkan semua kegiatan olahraga lainnya.
Walaupun jelas bukan maksudnya bahwa olahraga lain dan seni tari tidak perlu. Dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengikuti kursus berenang, minimal anak anak sudah dihindarkan dari satu celah kematian, yaitu: tenggelam.
Masih menurut Ira, inisiatif ini dari para orang tua yang berada dalam suatu komunitas. Sedangkan dari pemerintah ataupun Badan Perlindungan Anak di Indonesia, belum terlihat ada tanda-tanda untuk menganjurkan dan menjelaskan kepada para orang tua betapa pentingnya pelajaran berenang bagi setiap anak. 
"Karena menyangkut keselamatan hidup mereka, berenang seharusnya setara dengan pentingnya ilmu pengetahuan. Bahkan, kalau kita simak kematian sia-sia dari ratusan anak setiap tahunnya, seharusnya kursus berenang dijadikan kurikulum wajib di setiap sekolah." kata Ira, menutup pembicaraan singkat kami.
Catatan: di Australia, berenang adalah wajib bagi setiap murid sekolah: "Swim for Life'"berenang untuk hidup. Semoga jadi masukan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di negeri kita. Kalau ada hal baik, walaupun berasal dari negara lain, tidak ada masalahnya, bila kita mengaplikasikannya juga di Tanah Air kita, sesuai dengan kondisi dan situasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar